Akhirnya, Pertelevisian Indonesia Terbebas Dari Sinetron

Akhirnya, Pertelevisian Indonesia Terbebas Dari Sinetron

Jokowi


Anda-anda tentu mengetahui mengenai informasi "revolusi mental penyiaran" yang belum lama ini dihimbau oleh Presiden Jokowi dan Mendikbud Anies Baswedan serta Ketua KPI Pusat Judhariksawan dimana secara garis besar agar stasiun televisi berupaya untuk memberikan program televisi atau tayangan positif kepada masyarakat dan tidak mengejar rating semata. 

Pemerintah ikut terjun langsung membenahi kualitas tayangan pertelevisian yang kian hari semakin mengkhawatirkan. Pertemuan antara Presiden, Mendikbud, KPI, dan para pengelola media merupakan suatu langkah awal yang patut diapresiasikan dan semoga kedepannya tercipta sinergi untuk terus berbenah guna menghadirkan tayangan televisi yang berkualitas, bermartabat, mendidik, dan bermanfaat bagi seluruh masyarakat Indonesia. 

Tidak mengherankan jika realita yang terjadi masyarakat begitu antipati dengan tayangan televisi. Munculnya petisi penolakan, beragam macam aduan masyarakat kepada KPI Pusat, cacian, dan makian terhadap suatu program televisi menggambarkan begitu bencinya masyarakat dengan mutu tayangan yang televisi hadirkan, sebagaimana pula rasa benci itu merupakan curahan hati mengharapkan agar kualitas pertelevisian nasional dapat baik kembali dikemudian hari.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar